Rasa-rasanya ini Penjara Rupa Surga!!



 picture source get here

Sebenarnya tak ada keinginan memberitahumu tentang rasa-rasa. Tapi bagaimana lagi jika kau enggan merasakan rasa? Tak perlulah kau berlagak mati rasa, melihat luka jelas-jelas membuat deritaku menganga gila, katakan saja. Ya bukannya apa, aku hanya tak ingin kau lumpuh dalam kandang rasa antara ada dan tiada. Aku cukup ingin tau rasa apa yang kau damba!!!

Pernah aku mengatakan padamu tentang belantara. Kau tiba di belantara dan kau benarkan apa yang aku katakan ada, tapi kau tak benarkan aku untuk masuk dan berburu di dalamnya. Lalu kau bertanya, mungkinkah ini nyata dengan cara-caramu? Dan aku bilang, ya. Aku dan kau terlena dalam rasa. Rasa-rasa yang entah nyata atau tidaknya tidak terasa. Rasa dimana benci  tak dihalalkan ada.

Dunia memang tak selalu baik. Aku katakan padamu tak selalu, karena terkadang terlalu mencekik. Bahagia harus kuraih dengan merangkak-meringkik, karena langkahku tak sejauh lompatan jangkrik yang tiap malam mengkrik. Ya meskipun ada yang bahagia hanya dengan malangkerik. Meskipun lantang kutentang perkara adil tak adil, peluru sudah tau mana yang harus dibedil. Rasa-rasanya aku mulai berkaca-kaca. Tak apa, lebih baik meronta dari pada diam saja, meski kuyakini Maha Raja tak pernah menutup mata.

Kemarilah duduk bersamaku, meski bahu kita tak bisa melekat hangat gegara sekat besi dingin berkarat. Aku  ingin dekat mendengar desah nafasmu yang mengguru, mendengar kata-kata benarmu lebih jelas, menggenggam tanganmu, merasakan hangatnya bekas-bekas kebebasan, barangkali aku bisa lebih paham apa yang akan kau tuju. Kemarilah duduk bersamaku, ceritakan rupa surga padaku agar aku selalu tunduk. Bukankah itu yang kau inginkan? Kemarilah duduk bersamaku, paksa aku untuk bercerita tentang rasa-rasa yang tak pernah kau pedulikan, rasa itu ada. Kemarilah duduk bersamaku, ceritakan bahwa ini bukan penjara, ceritakan bahwa neraka memang tak ada. Agar aku terlelap dan semakin merasakan kenyamanan yang kau tawarkan. Itu juga yang kau inginkan bukan? Ya, buat aku terlena pada kenyamanan penjara rupa surga yang kau ciptakan untuk semua jiwa yang enggan kau lepaskan.

Lupa memang sudah penyakit lama yang menjangkit kita. Kita sama-sama lupa atau kita lupa kalau kita sedang bersama sejak lama? Tapi lupa memang berbahaya. Kau lupakan segala yang membuatku ada. Kau hanya suka mengada-ada yang tak jelas apa.

Berhubung kau tak pernah minta, aku sudah lama ingin bercerita. Kau tak pernah tanya apa yang kurasakan sejak lama. Ah, kau memang seperti raja yang nyaman dengan tahta dan tak ingin dikudeta. Dalam sekat-sekat besi dingin berkarat yang kau buat, bisa-bisa aku ikut berkarat dengan cepat. Kau harus tau, aku tak seperti anak burung yang nyaman dalam kehangatan sarang dan menunggu induk pulang membawa makanan yang jadi rebutan kadang. Aku tak seperti anak kanguru yang makan tidur di kantong ibu, melompat ikut melompat, berlari ikut berlari, padahal mati juga tak ikut mati. Aku bukan ikan cupang yang liar dan garangnya tersekat oleh kaca-kaca pada musuh semunya. Aku hanya ingin menjadi anak burung yang kau ajari untuk terbang bebas tanpa harus kau panggil-panggil pulang jika aku sudah lepas. Aku hanya ingin menjadi anak kanguru yang tak melulu sembunyi di kantung ibu, anak kanguru yang terus melompat, jatuh dan melompat lebih jauh. Aku hanya ingin menjadi ikan cupang yang bisa bergelut liar, meski lambai sirip dan ekorku yang indah akan hilang sudah.

Rasa-rasanya kau memang seperti terlena dalam tahta raja yang enggan melihat puterinya melepaskan mahkota dan gaun manja untuk sekedar menyapa susahnya dunia. 

Dalam penjara yang kau rupakan surga, aku takut aku hanya menjadi seorang pendamba yang lemah, sangat lemah. Tapi aku juga takut, aku akan menjadi pemberontak ganas yang semakin keras, sangat keras. Aku takut aku tak bisa berbuat apa-apa ketika di luar sana benar salah sudah tak ada beda, miskin kaya tak punya rupa, kemakmuran semakin dekat dengan kehancuran, kabahagiaan hanya milik segelintir orang sinting, dan rasa kenyang terus menjadi mimpi para penduduk negeri pencuri. 

Karena tahtamu pun terlanjur hanya mampu berkata-kata, lepaskan aku pada neraka sebenarnya. 
Karena tak semua yang kau anggap benar tetap benar jika kau hanya diam. Karena tak semua yang salah tetap salah jika kau bungkam.

Untukmu yang sejatinya paling kurindu.



Comments

Popular Posts