Pertemuan

Picture source here


“Mampukahku lambaikan tangan untuk sekedar sapa yang tak terjamah rupa?” 


Hingga malam ini rupa tak begitu nampak, padahal aku tidak sedang bergelut dengan jarak. Bahkan dalam satu ruang pun aku belum mampu sentuh wujud, padahal sedikitpun kau tak bergerak. Aku sibuk menerka-nerka tentang yang selama ini mereka sebut nyata. Menerka memang pekerjaan manusia yang syarat akan damba dan melebih-lebihkan imajinasi semata. Hasilnya, hingga saat ini aku masih belum bisa bertemu denganmu yang hilang bersama dengan ilusi waktu.
Mungkin aku lupa, tentang semua yang kupikir berujung kikir, dan yang kurasa berakhir fana, iya? Atau aku hanya sibuk berpura-pura menjadi Cinderella, dongeng masa kecil yang selalu kita baca dan kita ceritakan pada siapa saja hingga dewasa?
Mata yang selama ini kupercaya, tak mampu lagi tunjukkan kuasa ketika aku sadar ada sebuah ruang yang selama ini sama sekali tak kuhiraukan. Sibukku menyeru pada tiap pertemuan, tapi untukku sendiri tak kusisakan. Sebuah ruang perdamaian atar hal yang tak pernah merasa bertengkar. Sebuah ruang longgar yang penuh dengan kesempatan untuk lebih mesra berkenalan. Bahkan aku tak sempat mengucapkan “Hai, apa kabar?” apalagi berjabat tangan, berpelukan, dan menjadi satu dalam detak dimana perbedaan arah darah berdesir tak lagi bisa dirasakan. Sungguh memalukan.

Comments

Kesini maksudnya, tadi itu salah ngelink..hahahha..

Coba perhatikan apa yang berubah??

pertahankan! jadikan proses itu tetap mengalir, jangan biarkan jadi diam tenang tanpa arus, atau tenggelam tergerus arus..

Biarkan sebuah karya terus menetas satu-persatu, dari beragam ide dan gagasan seorang insan cita. Jangan hanya biarkan tangan mengepal dan mengeras meninju langit, jadikan juga dia menggenggam ide, bentuk dia sedemikian rupa dalam sebuah karya, sudah jarang saya temui orang seperti ini..

Perjuangan tidak hanya di atas tanah lapang kawan, dibalik layar pun kau bisa berjuang..lakukan satu-persatu bila tak mampu, namun apa salah bila mampu lakukan keduanya?

Ingat, eksistensi itu muncul bukan krena sebuah hal besar yang dilakukan sekali, melainkan hal kecil yang dilakukan dengan istiqomah..
Baru tak perhatikan mas hehe

siaaaaaap kanda!! mohon bimbingannya dalam berproses :)
kafir liberal said…
Orang di atasmu itu bohong

Popular Posts