Pemuda dan Perubahan
"Rasa takut hanya akan membunuh langkahmu."
Saat ini, rasa takut semakin menjamur di benak para pemuda. Terutama rasa takut untuk menyuarakan sebuah kebenaran. Saya termasuk pemuda yang masih sering dihantui rasa takut untuk meneriakkan keidealismean, dan saya yakin masih sangat banyak pemuda seperti saya yang bergelut dengan rasa takut itu sendiri.
Pemuda, sebagaimana dikatakan oleh banyak sekali akademisi, nasionalis, dan orang-orang awam, dapat saya umpamakan sebagai ujung runcing sebuah tombak. Kekuatan vital sebuah negara. Kalau saya mengutip kalimat Bung Karno yang sering pula dikutip oleh orang-orang yang menyinggung masalah kepemudaan, "Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, tetapi satu pemuda bisa mengubah dunia." Bisa dibayangkan sendiri seberapa besar prioritas pemuda dalam sebuah tatanan harapan kebangsaan. Dan bayangkan sendiri tentang kenyataan yang ada di negara kita ini. Indonesia.
Pada tanggal 14 September 2013 kemarin, saya mengikuti sebuah forum diskusi yang dihadiri oleh pemuda-pemuda pemilik gagasan luar biasa. Sebuah forum diskusi yang sepertinya dilatar belakangi oleh keprihatinan pada sebuah sistem kenegaraan yang sangat kompleks. Perlemen muda. Saya rasa merupakan sebuah gerakan pemuda penyulut ide dan semangat juang yang relevan pada masanya.
Forum ini dibuka dengan mind burning yang disampaikan seorang moderator muda, pada sesi ini disampaikan tiga pertanyaan yang mengarahkan peserta untuk fokus pada permasalahan yang sama.
1. Apa itu politik?
2. Apa peran pemuda dalam politik?
3. Bagaimanakah caleg yang ideal itu?
Tiga pertanyaan pembuka sesi yang simple dan mampu memancing berbagai macam versi dari banyak peserta forum diskusi.
Ada beberapa pendapat yang saya soroti dari masing-masing pertanyaan tersebut. Dari pertanyaan pertama,
- Apa itu politik?
Banyak orang mengatakan bahwa politik adalah hal yang kotor. Jahat sekali orang yang mengatakannya. Bisa saya katakan mereka lempar batu sembunyi tangan. Mengapa? Karena dari dulu bukankah kita selalu diajarkan apabila kita berbuat harus bertanggung jawab? Dan apabila ada sesuatu yang tidak pada tempatnya, tentu saja harus dikembalikan sebagaimana mestinya. Entah siapa pelakunya, kita lakukan karena kita peduli.
Sama halnya dengan mereka yang mengatakan politik itu kotor, bukan berarti yang mereka katakan sepenuhnya salah, tetapi jika dianalogikan politik adalah sebuah rumah, dan rumah itu terlihat kotor serta berantakan, dan kita masyarakat Indonesia sebagi penghuni rumah tersebut, apa yang kita lakukan? Membiarkan rumah kita tetap kotor dan berantakan? Betah sekali anda yang sengaja membiarkannya. Suasana nyaman dan tentram hadir karena diciptakan, bukan hadir begitu saja, mentang-mentang saat ini segalanya serba instan dan serba mudah. Ya, itulah pengaruh dari berbagaimacam arus global yang disalah gunakan.
Saya tertarik dengan salah satu pendapat seorang mahasiswa yang mengatakan "Jika anda mengartikan politik secara formal dan sangat teoristis, saya melihat politik dari segi yang fun. Saya maknai politik adalah jalan mencari teman. Anda bisa menafsirkannya bermacam-macam."
Memang benar, selama ini politik dipandang sebagai hal yang kompleksitasnya tinggi. Itulah salah satu dari banyak akibat pemberitaan media massa, media yang secara berkala selalu memberitakan politik dalam sajian sebuah konflik dan masalah. Seakan akan Indonesia ini tidak pernah merasakan suatu kedamaian, hanya penuh dengan segudang masalah yang telah menanti di depan pintu. Pemberitaan yang sering sekali memancing banyak orang untuk berbuat emosional bukan bertindak logis dan rasional.
- Apa peran pemuda dalam politik?
Sering sekali mendengar pernyataan ini " Jika ingin generasi ini dan kedepannya bersih, maka kita harus memutuskan satu generasi sebelumnya, dan mengganti dengan generasi baru yang lebih baik."
Ya, saya memang sangat setuju dengan pernyataan tersebut, dari pernyataan tersebut bisa diartikan bahwa bangsa Indonesia saat ini sangat menginginkan sebuah generasi baru yang mampu membawa Indonesia pada mimpi-mimpi luhur.
Mengartikan generasi sebelumnya sebagai generasi yang saat ini didominasi kaum tua dan generasi baru adalah kaum pemuda, saya rasa kurang realistis. Karena merubah sistem yang demikian akan hanya buang-buang waktu saja.
Maka, sebagai pemuda kita berfikir realisis saja, bahwa perubahan besar pastilah dimulai dari perubahan kecil. Bukankah tidak ada yang terlambat untuk melangkah? Walaupun sebaiknya lebih cepat lebih baik.
Langkah kecil yang bisa dilakukan sebagai pemuda seperti tidak apatis terhadap kehidupan politik saja, pasti akan memberikan pengaruh besar. Apalagi pemikiran kritis yang realistis oleh jutaan pemuda yang peduli tentang "rumahnya".
- Bagaimanakah caleg yang ideal?
Standar seorang perwakilan rakyat ya itu itu saja bukan? Dia yang cerdas dan berwawasan luas, dia yang punya harta di atas rata-rata, dia yang mampu mengambil hati rakyat dengan menyisakan senyum di kantongnya. Yah seperti itulah gambarannya. Rakyat oriented katanya.
Tetapi yang lebih penting adalah dia yang beriman dan bermoral. Tidak hanya sebatas pencitraan, seperti saat ini yang galak dilakukan.
Setelah ketiga pertanyaan itu diajukan dan didiskusikan, suasana sudah fokus dan terpusat pada konsentrasi yang sama. Dan barulah narasumber dihadirkan. Pada diskusi ini diambil tema Peka, yang dismpaikan oleh Bang Usman. Saya yang awalnya hanya mengetahui beliau dari sebuah organisasi bernama KONTRAS, yang kebetulan saya pernah bertemu beliau saat momen peringatan Munir di Kota Batu dan kemarin senang bisa berdiskusi dengan beliau. Dalam diskusi Parlemen Muda ini beliau memberikan pandangan-pandangan baru yang menurut saya menyegarkan pemikiran saya tentang apa itu politik, karena memang saya sendiri adalah salah satu mahasiswa yang jika lulus nanti akan bergelar SIP (Sarjana Ilmu Politik) dan saya sangat membutuhkan penyegaran itu.
Ditengah-tengah pembicaraan barulah sadar wawasan saya tentang politik masih harus dibuka lebih luas lagi. Dan otomatis saya membutuhkan jendela-jendela baru untuk penyegarannya.
foto ditengah-tengah diskusi
Dari ilustrasi tersebut, jika pemerintahan Indonesia dipegang oleh orang yang salah, apakah kita bisa menyalahkan masyarakat yang memilih?
Jangan pernah menyalahkan mereka yang tidak tahu.
Tidak bisa dipungkiri lagi, tingkat pendidikan di Indonesia belum lah merata apalagi berkualitas. Dangan latar belakang seperti itu, tidak heran jika masyarakat kita hanya berorientasi pada kemakmuran semu yang hanya terjadi dalam waktu yang singkat. Ya, karena memang mereka tidak tahu siapa yang harus mereka pilih. Apakah mereka mengamati pergerakan politik caleg yang mereka pilih? TIDAK sama sekali.
Masalah tersebut juga menimbulkan masalah yang sudah tidak asing lagi pada sistem demokrasi. GOLPUT. Masalah menimbulkan masalah. Ya begitulah.
Bicara masalah golput, apakah sebenarnya golput adalah masalah? apakah golput dianggap hal yang lumrah? atau golput adalah suatu dampak sistem yang terlanjur parah?
Ya, kita bisa berfikir pada benak masing-masing.
Banyak timbul dilematis dalam sistem negara kita yang demokratis ini. Semua berhak menyumbangkan suaranya atau tidak. Tapi kembali lagi, apakah kita yang tidak menyumbangkan suara berarti apatis?
Sayang sekali memang jika suara yang diambil secara voting ini harus dilakukan. Karena hanya dihadapkan dua pilihan, yaitu salah pillih atau tidak memilih sama sekali.
Dari pada suara disumbangkan untuk seseorang yang dianggap kurang kompatibel dan layak lebih baik yaaaaa.....
Saya sendiri tidak memandang golput adalah sebuah masalah. Golput hanyalah akibat atau dampak dari ketidakpahaman dan ketidakmengertian. Selain itu, bisa pula merupakan dampak dari krisis pemimpin di negara kita ini. Yang menjadi pemimpin ya dari kalangan itu itu saja.
Golput adalah hak dari setiap orang. Meskipun banyak pandangan "Jangan golput kalau kamu peduli"
"Justru karena saya peduli saya golput!"
Nah, di sisi mana anda berpihak? disisi mana posisi anda?
Segera berintrospeksi dan segera lakukan perubahan kecil, yaitu mulai dari diri sendiri.
Pemuda haruslah lebih peka. Pemuda haruslah lebih tanggap. Dan pemuda, haruslah lebih peduli.
Lakukan perubahan kecil yang memberikan dampak positif bagi lingkungan anda. Berikan kontribusi anda pada negri ini sesuai dengan passion dan kemampuan anda. Dan tularkan perubahan positif ini pada lingkungan anda.
SALAM PEMUDA! SALAM PERUBAHAN!
Comments