Ombak
Ombak selalu kembali menyeret perlahan kaki ini untuk ikut hanyut menikmati kebersamaan dalam diam. Hendak mengejar layar yang tenggelam dalam pandang, tapi ombak terlalu bernafsu bergejolak. Harapku, ada langkah yang tersasar di dalam kapal, kemudian tersadar bahwa yang ia cari tidak lagi soal ekspetasi tinggi yang terombang-ambing di antara badai yang terlanjur jauh dari pantai, tapi tanah untuk berpijak tempat serendah-rendahnya jasad bersinggah.
Comments