Aku akan Merasakan: Aku Rindu Pulang

Dengar...
Suara itu datang dari jauh, sebelum sampai ke telingaku
dan aku bergegas menjauh dari sejajar baja panjang bersesal kerikil-kerikil tajam beraneka ragam

Dengar...
Suara itu juga baru datang setelah terhenti di berbagai persinggahan
menawarkan sebuah perjalanan pada manusia-manusia yang merindukan rumah
rindu perjalanan pulang.

Akan tiba saat
ketika aku berdiri lesu, dengan rasa ingin yang beku dan angan yang kaku
berdiri tak jauh dari sejajar baja dingin itu
yang tak tahu mana ujung sebagai tempat pemberhentianku, pada sesuatu yang kusebut rumah.

Akan tiba saat
tatapku pada jendela kaca, yang ternyata bukan lagi sawah-sawah, rumah-rumah, dan kendaraan-kendaraan yang terlihat berlari, mengejar.
bayangan senyum itu, hanya itu yang sampai ke retinaku 
apakah layak kusebut hantu? jin? atau apalah itu, sesuatu yang dapat muncul dan hilang sesuka hati, tiba-tiba, tanpa pertanda. Diikuti dengan bulu kuduk yang terasa tertarik, menegang.
Pernah tersengat? listrik ataupun lebah? 
seperti itulah sedetikku hadir beriringan dengan bayang itu.

setelah jauh, semakin jauh.
saat itulah kutemukan sebuah medan
medan yang sangat kuat, dapat menarik gerbong besi berisi sejuta hati.

kusebut itu, rindu.
rindu yang akan membawaku pulang, dan menarik gerbong besi berisi sejuta hati yang belum pernah singgah di rumah untuk sebuah tujuan, pulang.
suatu saat aku ingin merasakan rindu untuk pulang, pulang ke rumah.

Comments

Popular Posts