Awal Mula Sebuah Rasa - Cerpen (proses) #Dialog
XX : Setelah keputusanmu untuk melangkah sampai titik ini, apa
yang kamu dapat dan rasakan? Jangan bertanya apa maksudnya. Laki-laki berfikir
seperti rel kereta yang panjang.
XY : Sejauh ini menyenangkan, dan aku menikmatinya. Seandainya
memang dilebih jauhkan langkahnya lagi, tentu aku akan sangat bersyukur. Tentu
saja keep and save it.
XX : A man know the risks. A woman help a man face the risks.
Jalan sama-sama masih panjang. Semua bebas melangkah. Tidak ada yang bisa
memberi batasan. Saling Bantu untuk
berjuang di sirkuit masing-masing.
XY : Jikalau memiliki tujuan pisitif, kemungkinan besar akan
dibantu oleh banyak hal. Bolehkah aku bertanya latar belakangmu menanyakan hal
itu?
XX : Ingat dari bukumu, peremppuan lebih mudah mengerti sebuah
symbol. Fokusmu karier, ingat priorotas. Semua pasti bisa mengiringi kalau
tidak lupa dengan tujuan akhir. Aku bertanya untuk saling menjaga, agar tidak
ada yang datang dengan percuma dan pergi dengan tiba-tiba.
XY : Bagi seorang laki-laki, karier memang paling utama. Tapi
bagaimana kalau punya tujuan yang lain tanpa mengganggu tujuan utamanya?
XX : Show must go on. That’s mean, your show has a super team
XY : Aku ingin tahu hakikat show must go on darimu seperti apa?
XX : Coba bayangkan bayangkan sebuah show.
XY : Got it, berarti intinya rencana harus berlanjut apapun yang
terjadi?
XX : Kalau rencanamu sudah layaknya “a great show”? why not?
XY : Kalau ternyata gagal? How?
XX : Pertanyaanmu sama persis dengan pertanyaan teman-temanmu.
XY : Namanya sama-sama manusia, sama-sama makan nasi. Kalau gagal
apa salahnya untuk mencoba. Failed and try. But don’t fail to try
XX : Coba dengan jalan berbeda agar bertemu lubang yang berbeda, tanjakan,
dan tikungan beriringan juga berbeda. Dan kamu akan dapat banyak trik untuk
bangkit dan keluar dari lubang-lubang baru. Tanjakan dan tikunganpun akan kau
kuasai.
Comments