Heaven? At this time, were mine ^3^
Alhamdulillah udah lama pingin ke pantai bisa keturutan libur lebaran tahun ini :D
Hari raya pertama sekeluarga kumpul di Kediri, hari raya kedua kumpul di Tulungagung. Hari raya ketiga mulai berpetualang sama keluarga. Bapak,Ibu, adik-adik. Ceritanya aku sama bapak punya kesukaan yang sama, wisata pantai. Nah, tahun ini mungkin karena bapak lagi longgar waktunya, beliau ngasih tawaran buat wisata ke Pacitan, Jogja, sama Ponorogo. Rencana udah seabreg, jadi barang yang dibawa juga seabreg deh buat 5 hari ke depan. Hehe.
Sekeluarga berangkat dari Tulungagung ke Pacitan, perjalanan sekitar 4 jam. Ambil jalan alternatif lewat Trenggalek jalur selatan, jadi jalur yang dilewati lumayan sulit. Rutenya setelah Trenggalek, ke arah Panggul. Di Panggul ini ada teluk Panggul, selatan Jawa Timur, dan disana ada Pantai Pelang. Mampir dulu ke Pantai Pelang :D .Pantai Pelang merupakan pantai yang ada di selatan Trenggalek jalan menuju Pacitan. Waktu sampai di sana, ombaknya cukup tenang, dan dikelilingi tebing tinggi. Sebelum menginjak pantainya, harus menyebrang sungai kurang lebih 3m lebarnya, dan tingginya tidak sampai ke lutut. Berhubung bapak tidak mengijinkan menyebrang, jadi cuma bisa ambil foto dari jauh. Sebenarnya kalau bisa nyebrang, bisa lihat ada semacam karang besar yang berongga, dan mitosnya mandi di bawah karang segala penyakit bisa sembuh. Mitosnya siih. Tapi pemandangan dari jauh sudah cukuplah mengobati rasa penasaran.
Di setapak jalan menuju Pantai utama Pelang
Pantai Pelang bisa dinilai 78 deh, lulus skm laah. Lanjut lagi perjalanan menuju Pacitan. Lewat Ngadirejo, lanjut ke Kebonagung dan sampai di Kota Pacitan. Lewat alun-alun Pacitan lurus, ada traffic light belok kiri, ada traffic light ke dua belok kanan, traffic light ke 3 lurus, traffic light ke 4 belok kanan.sekitar 3km dari pusat kota Kalau yang baru pertama kali ke Pacitan hati-hati tersesat. Pantai Teleng Ria ini merupakan Teluk Pacitan. Jika dilihat dari peta ataupun kejauhan bentuk Teluk Pacitan ini agak menjorok ke dalam sehingga terlihat seperti huruf U. Pantai Teleng Ria ini panjangnya sekitar 2-3km, dan pantai terpapar luas di depan mata. Dengan batas aman 500m dari daratan. Di pinggir pantai teleng Ria ini banyak yang bermain sepak bola, voli pantai, dan ajang adu megah istana pasir pinggir pantai saking luasnya.
Sebelum terjun ke pantai, harus disempatkan makan ikaan bakar di warung-warung pinggir pantai. Ikan nila bakar, nasi, tiwul, dan sambal bawang. Jempol 2 buat rasanya :9
Karena Pantai Teleng Ria ada di sebelah selatan, sun set hanya terlihat di tebing sebelah barat dan tidak begitu mengalihkan perhatian. Dan jam sudah menunjukkan pkl.17.15
Perjalanan berlanjut, mencari penginapan. Dan asiknya dapat hotel di depan alun-alun Pacitan :D. Isi ulang tenaga dulu sebelum besoknya lanjut wisata pantai lagi.
Pagi-pagi harus sudah packing biar rencana ke Ponorogo nggak kesorean. Bapak dulu pernah ke satu pantai namanya Watu Karung yang katanya bagus banget. Tanpa basa-basi langsung meluncur ke arah barat Pacitan tepatnya daerah Punung. Dengan bekal ingatan, papan petunjuk jalan, dan milestone jalan menuju Pantai Watu Karung terasa sangat menguji adrenalin. Selain jauh, jalan menuju ke sana sangat sulit. Di kanan kiri hutan dan jalan menanjak sekitar 45^o Bisa dibayangkan ketika menanjak dan menikung bagaimana rasanya. Tapi perjalanan ini sangat menyenangkan. Didukung dengan pemandangan yang berada di bawah, kita bisa melihat panjangnya pantai selatan Pacitan. Subhanallah <3 p="p">3>
Jarak Pantai Watu Karung dari Pacitan kurang lebih 72km. WOW. Tapi kalau jalannya menanjak bisa dibayangkan bagaimana jauhnya. Jalan satu-satunya menuju ke pantai hanya cukup dilewati 1 mobil dan mungkin 1 motor. Kalau papasan, haris ada salah satu yang mengalah untuk berhenti. Di tengah jalan, ada papan petunjuk jalan yang menunjukkan arah 3 pantai. Pantai Srau, Pantai Watu Karung, dan Pantai Klayar. Banyak sekali pantai di sini. Dalam hati berharap semua bisa kami kunjungi. Diputuskanlah tujuan pertama Pantai Watu Karung.
Ketika bapak berhenti di sebuah pantai, awalnya hanya terdiam. Karena pantai tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Sangat diluar ekspektasi. Pantainya tidak terlalu bersih, dippinggir banyak sekali prahu nelayan yang menghalangi pandangan. :( Ketika tanya ke salah satu nelayan, ternyata ini bukan pantai watu karung, ini hanya tempat nelayan sekitar mencari ikan dan menjual hasil tangkapannya --'
Pantai Watu Karung di depan sebentar lagi. Yey!
Di depan ternyata harus masuk permukiman penduduk. Dan tiketnya hanya 17ribu untuk 5 orang dan 5ribu untuk parkir mobil.
Di daerah sini, sudah berpasir putih. Mata pencaharian mayoritas nelayan.
Setelah sampai di Pantai Watu Karung, aku berhenti sebentar dan tercengang. Subhanallah begitu indahnya alam pantai ciptaan Tuhan ini. Tidak bisa berkata-kata lagi, indah sekali. Bersih dan sepertinya masih belum dijamah banyak orang. Dipinggir pantai ada 2 penjual degan, dan makanan. Ada penginapan yang sepertinya dikhususkan untuk wisatawan asing. Oh iya, pantai Watu Karung ini merupan surfing area . Itulah mengapa banyak wisatawan asing yang datang kemari untuk mebuktikan keindahan ombak di Watu Karung ini. Berdasarkan informasi yang didapat, ombak yang ada disini merupakan tipe reef break dan dasar laut berupa batu karang, pada saat-saat tertentu Pantai Watu Karung bisa menghasilkan barrel yang akan membuat surfer serasa berada di surga. Baik surfer dengan goofy style maupun natural
bisa berselancar di sini karena Pantai Watu Karung memiliki ombak kanan
dan kiri. Tempat ini juga belum terlalu ramai, sehingga surfer bisa mengejar ombak dengan leluasa. Angin offshore biasanya datang pada bulan April - Oktober, menjadikan bulan-bulan ini adalah saat-saat terbaik untuk bercengkerama dengan barrel
Watu Karung. Tahun 2009 lalu, peselancar top Indonesia Rizal Tanjung
mengajak Bruce Irons, juara Rip Curl Pro Search 2008 untuk menjajal dan
membuktikan betapa ombak Pantai Watu Karung adalah ombak kelas dunia.
lagi lagi harus bilang WOW!!
Ini merupakan lokasi pantai yang digunakan wisatawan untuk surfing. Indahnya bukan main. Ombaknya sangat mendukung dan sangat mempesona <3 p="p">3>
Ini merupakan paparan Pantai Watu Karung sebelah kanan.
Dengan hamparan pasir putih yang sangat luas dan batu karang di pinggir pantai sangat mampu menghilangkan kepenatan selama ini ketika berada di perkotaan. Fikiran menjadi fresh kembali.
dipinggir pantai bisa menikmati degan utuh yang sangat segar dan ditemani semilir angin pantai yang semakin menambah rasa nyaman dan takjub.
Ini merupakan paparan Pantai Watu Karung sebelah kiri.
Jika ingin berenang atau hanya sekedar bermain air, pinggir pantai ini sangat aman dan nyaman. Karena ombak yang datang tidak begitu besar, dan karang tidak begitu terjal dan tajam. Sekali lagi subhanallah <3 p="p">3>
Beberapa sisi dari Pantai Watu Karung
Setelah puas, 2 jam lamanya di Pantai Watu Karung. kami akan melanjutkan perjalanan menuju ke pantai selanjutnya. Kenalan sama anak yang ada di Desa Watu Karung dan say good bye :')
Good Bye Heaven Beach :*
Next trip! Pantai Srau!!
Jarak Pantai Srau dari Pantai Watu Karung sekitar 32km. Wow masih jauh ya. Masih dengan rute dan kondisi jalan yang sama :)
Setelah sampai dipertigaan yang ada plang petunjuk jalan, ada sedikit kegalauan untuk melanjutkan perjalanan. Ibu kurang enak badan ketika itu. Tetapi bapak bilang, kalau sampai sini nggak ke Pantai Srau itu kayak ke Batu nggak ke JP. Akhirnya perjalanan dilanjutkan, tapi aku harus tuntun ibu kalau jalan kemana-mana.
Tiket masuk Pantai Srau hanya 2oribu untuk 5 orang. Tanpa ada biaya parkir mobil. Setelah masuk kawasan Srau. Dan berhenti di pantai dekat pintu masuk. Pinggir oantai ini lumayan kotor karena ada banyak karang-karang. Tetapi, ketika turun mendekat ke air laut, subhanallah indah banget. Di Pantai Srau ternyada terdiri dari 4 spot. Dan setiap spot punya keindahan tersendiri.
Di spot pertama ini ada bagian tebing karang tinggi dan berongga, dan wisatawan bisa berteduh dibawahnya dengan terpaan ombak yang sedikit lebih bersar dari pada Pantai Watu Karung.
Menurut informasi yang di dapat Pantai Srau memiliki memiliki tipe ombak reef break,
artinya ombak tercipta karena gelombang air laut membentur karang. Dasar
pantainya pun didominasi oleh batu karang, sehingga peselancar harus
lebih berhati-hati. Bulan November hingga Februari adalah waktu yang
terbaik untuk surfing dan mengejar barrel di Pantai Srau.
Selain memanjakan surfer dengan barrel-nya,
Srau juga menawarkan pesona keindahan pantai dengan hamparan pasir
putih yang dihempas ombak yang jernih. Kejernihan airnya inilah yang
juga menjadikan tempat ini cocok untuk snorkeling dan menikmati
keindahan serta keragaman biota laut. Tetapi saat itu lagi kurang beruntung untuk mencoba snorkeling , karena fasilitas snorkeling buka ketika musim rekreasi yaitu bulan November dan Februari ketika wisatawan asing ramai datang untuk surfing. Bosan berjalan-jalan di bibir
pantai? Cobalah naik ke bukit kecil di sebelah kanannya. Hiking
di bukit karang ini sambil memandang bentang pantai dan laut yang luar
biasa indahnya akan segera menghilangkan rasa bosan Anda. Bukit ini juga
adalah surga bagi para pemancing ikan. Selain para nelayan, tidak
sedikit orang-orang yang hobi memancing sengaja datang dari luar kota
dan menghabiskan harinya di sini.
Di sebelah kiriPantai Srau spot pertama ini ada tebing tinggi. Dari atas kita bisa melihat sisi lain dari Pantai Srau ini.
Pemandangan dari atas tebing :3
Nah bagian inilah yang bisa digunakan wisatawan untuk hiking. Dan di belakang tebing ini wisatawan yang hobinya mancing bisa dicoba.
Puas di spot ini, langsung lanjut ke spot berikutnya. 200 meter dari lokasi ini.
Waktu turun dari mobil, lagi-lagi dibuat tercengang. Subhanallah :*
Di pantai ini ada 2 batu karang besar di tengah yang sangat indah ketika ombak menerpa karang. Ombak di sini termasuk lumayan besar. Dan ketika sampai di pinggir pantai, air relatif tinggi.
2 Batu karang besar di tengah Srau.
Di sisi kanan pantai sangat banyak paparan tebing karang yang luar biasa indahnya.
Rasanya enggan untuk mengucap kata selamat tinggal pada pantai-pantai indah.
Rasanya emnggan meninggalkan debur ombak penghilang penat.
Rasanya enggan untuk tidak bertemu dengan semilir angin pantai.
Dan rasanya enggan untuk menyelesaikan kebersamaan beberapa hari ini.
Semoga bisa jadi referensi wisata pantai untuk para pecinta pantai :D
"Di pantai aku kaya, karena di pantai aku selalu bisa menyebut namaMu. Di pantai aku bisa merasa menjadi orang yang paling bahagia, karena di pantai aku menemukannya"
























Comments