Kekuatan Dibalik Rasa MARAH
Banyak sekali kita jumpai karakter manusia. Kita beradaptasi dengan berbagai macam karakter asing, pada awalnya.
Kita pelajari bagaimana cara bertahan hidup bersama dengan macam-macam karakter itu. Tak bisa dipungkiri setiap hari kita harus berhadapan dengan karakter yang bisa saja sangat kita senangi ataupun sebaliknya. Dan karakter sangatlah sulit untuk dirubah ataupun dihilangkan. Jadi kesimpulannya karakter adalah sesuatu yang kuat dan dimiliki setiap manusia dengan dikendalikan oleh kesatuan tenaga dalam diri manusia yang mempunyai sumber tenaga tak terbatas.
Bagaimana mengetahui karakter seseorang?
Hal itu terlalu jauh untuk bisa dibahas di sini. Banyak sekali ilmu yang harus dipelajari untuk dapat membaca dan memprediksikan bagaimana karakter dari seseorang.
Ada yang sangat memiliki ambisi dan selalu merasa kurang dengan apa yang ia capai selama ini.
Ada yang selalu memadukan antara otak dan hati meskipun terkadang salah satu mendominasi.
Ada yang pintar bermain emosi.
Dan masih banyak lagi. Tapi itu semua dapat menjadi bertolak belakang ketika seseorang telah mempersiapkan topeng ataupun naskah cadangan yang sangat ia kuasai untuk bertahan.
Dan dari sedikit ulasan itu sebenaranya saya hanya ingin membahas MARAH sih. Tetapi seperti halnya marah, tidak akan terjadi jika tanpa didahului oleh sebab.
MARAH? Bagaimana sih indikasi seseorang dibilang MARAH?
Apakah anda seperti ini?
Atau seperti ini?
Atau ini?
Apa yang ini?
Apa sih untungnya? Nggak ada kan? Ada juga jadi bibit penyakit langganan darah tinggi yang ujung-ujungnya bisa stroke. Jangan lah ya.
MARAH itu normal sih kalo pada skalanya. Tapi kalaupun itu bisa dihindari kenapa enggak? Nggak sepenuhnya menghindari MARAH, tetapi bagaimana cara kita mengolah MARAH menjadi hal yang bisa menguntungkan lah paling nggak.
Dari pengamatan sih, orang yang lagi MARAH akan mendapatkan supply tenaga lebih untuk mewujudkan amarah itu. Nah itu dia, supply tenaga yang lebih ini sangatlah bisa kita transformasikan pada apa yang ada pada TO DO LIST kita masing masing. Apa sih yang perlu diperbaiki, mumpung ada tenaga lebih.
Tapi hal itu tidaklah mudah. Aku akuin itu sangat amatlah sulit. Dengan berjalannya waktu nggak ada yang nggak mungkin kok. Ada yang waktu marah segala macam angan angan udah ada di kepala, tapi kelebihan tenaga habis dipergunakan untuk berfikir harus dimulai dari mana dulu. Ada yang udah siap dengan segala jurus aMARAHnya tapi nggak ketemu objek pelampiasannya dan akhirnya tenaga habis buat ngomel-ngomel sendiri di depan kaca. Ada yang sangat bijak menyimpan kelebihan tenaga itu untuk bekal dan cadangan untuk bertahan ketika dihadapkan dengan hal yang lebih besar.
Terserah anda mau pilih untuk menjadi yang mana. Atau tetap jadi seperti biasanya.
MARAH ternyata juga bisa membuat kita lebih bersyukur. Kok bisa?
Tunggu postingan selanjutnya.
Rasa kantuk dan sendiri sudah menjadi raja malam ini.
-------
Bersambung malam ini :)
MARAH ternyata juga bisa membuat kita lebih bersyukur. Kok bisa?
Bersyukur atas kenaikan level kesabaran. Ya! MARAH akan datang tepat pada waktu yang sangat amat tidak tepat. Iya kan?
Seketika itu akan mudah sekali terpancing emosi. Nah dimana ujian peningkatan level kesabaran?
Yaitu pada ujung jalan dimana kita akan memutuskan untuk show off atau "keep it deeply down"
Yaitu pada ujung jalan dimana kita akan memutuskan untuk show off atau "keep it deeply down"
Kalau mau show off boleh aja, tapi kalo udah mutusin untuk keep it deeply down, haruslah punya jurus ampuh bersembunyi dari dunia, untuk para pemula. Nah di sinilah sertifikat kenaikan level kesabaran akan diberikan.
Prosesi penyerahannya adalah ketika anda tersenyum dengan ikhlas dan berkata "secangkir teh sepertinya enak untuk menemani malam ini"
And YOU WIN!
*but remember, everything have limits.
MARAH menigkatkan ambisi?
Bisa dibilang begitu. Setiap orang punya yang namanya ambisi. Tetapi kalo ambisius, bisa jadi predikat yang menggelikan telinga bukan. Hati-hati kalau sudah seperti ini. MARAH bisa aja reda dengan bertambahnya jumlah ambisi. Tetapi jangan sampai mengalahkan self control kita. Ketika MARAH segala prasangka akan over capacity, nah di situlah kita harus pintar-pintar memanage ambisi kita, jangan muluk-muluk, hal kecil masih banyak yang perlu dilirik untuk jembatan yang masih kita bangun. Kalaupun mau ambil target yang besar, jangan jauh-jauh dari cermin deh ya. Takutnya kalo mission failed bisa timbul yang namanya FRUSTASI.
Dan kalau mission completed, YOU WIN AGAIN!
MARAH menimbulkan banyak imajinasi?
Kalau yang ini mungkin hanya untuk beberapa kalangan yang mungkin sudah termasuk habbit sih. Kalau mau dicoba ya monggo.
Imajinasi sebenarnya bisa datang tanpa diminta dan difikir terlebih dahulu. Imajinasi dipengaruhi oleh setiap kekuatan alam bawah sadar masing-masing orang yang muncul secara tiba-tiba dengan pancingan satu objek ataupun kejadian. Nah, kalau udah MARAH objek dan kejadianpun muncul satu persatu yang berebut minta dikasih respon lebih sama imajinasi kita. Tergantuk kebijakan kita memilih calon objek imajinasi. Penyaluran imajinasipun bisa bermacam-macam.
Salah satunya ya dengan menulis ini semua. Karena ini semua merupakan pengalihan terhadap sesuatu yang seharusnya gak perlu show off, tapi kalau disimpen juga terlalu rumit. Mungkin setiap huruf di tulisan ini sudah diselipkan makna-makna konotatif yang seharusnya nggak perlu kalian baca dengan khusu' untuk memaksa mengetahui apa yang menjadi objeknya.
Dan ketika ini posting proccess, EXACTLY I'M THE WINNER!
Comments