Suatu hari seseorang lelah untuk bersembunyi
Di balik sebuah batu yang sangat besar
sampai tiada orang yang mampu menemukan.
Suatu hari seseorang lelah mencari obat
untuk menyembuhkan goresan-goresan luka
sampai rasa sakit tak sanggup untuk disimpan.
Dan suatu hari seseorang sudah tak peduli dengan apa yang terjadi
bukan putus asa, tetapi rasa percaya bahwa ada takdir bersamanya

Seseorang tetap memilih untuk bersembunyi
Karena pada awalnya, Ia merasa bahwa sembunyi adalah keadaan dimana Ia tidak akan disuguhi problematika kehidupan.
Seseorang sudah mencoba untuk berjalan sedikit menjauh dari sebuah batu besar
dengan hati yang sangat amat bimbang, amankah Ia?

Seseorang merasakan bahwa batu besar itu tak akan bisa berbuat apapun
karena hanya bisa menutupinya dari cerahnya matahari dan terangnya rembulan di malam hari
dan tak kan pernah mengizinkan sapaan mentari dan kerdipan bintang mewarnai harinya.

dan tiba-tiba...
ada Angin datang
Angin yang membawa suatu guncangan hebat dan mengikis batu besar itu perlahan
Seseorang itu tersenyum
dan berharap Angin itu bisa tetap berhembus mengiringinya, sampai benar-benar jauh dari batu besar yang sudah mulai rapuh perlahan.

Seseorang ingin terbang bersama Angin yang selalu membawanya.
Ke sebuah tempat dimana Seseorang tak akan pernah menjumpai sebuah kemunafikan dan kepalsuan sebuah topeng.

Seseorang ingin berlari sejauh apapun Ia bisa
sampai Ia merasakan dahaga.
dan Ia berhenti tepat di depan sebuah pintu,
dahagalah yang membawanya masuk dan memutuskan tinggal di dalamnya.

Comments

Popular Posts